ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA Bpk. M.Y TERUTAMA Bpk. M.Y DENGAN PASCA STROKE

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA Bpk. M.Y TERUTAMA 
Bpk. M.Y DENGAN PASCA STROKE 

Pada bab ini penulis akan menyajikan data tentang asuhan keperawatan keluarga yang telah penulis laksanakan mulai dari tanggal 4 Mei sampai dengan 12 Mei 2014 melalui peninjauan langsung pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y yang mengalami masalah pasca stroke di desa Baloy Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.

A.      Pengkajian Keluarga
1.    Data Umum
a.    Kepala Keluarga (KK)                   : Bpk. M.Y
b.    Alamat Dan Telepon                      : Baloy, Dusun tunong
c.    Umur                                              : 50 tahun
d.   Pekerjaan                                        : Petani
e.    Pendidikan Kepala Keluarga          : SD
f.     Komposisi Keluarga
Tabel 3.1 komposisi keluarga Bpk. M.Y          
No
Nama
Jenis
Hubungan keluarga kepala keluarga
Umur (tahun)
Pendidikan
1
Bpk. M.Y
L
Suami/KK
50
SD
2
Ibu M
P
Istri
45
SMP
3
An. Mu
L
Anak
23
SMA
4
An. S
P
Anak
20
SMP
5
An. Ma
P
Anak
18
SMA


g.    Tipe Keluarga           : Keluarga inti
h.    Suku Bangsa             : Aceh
i.      Status Sosial Ekonomi
     Bpk. M.Y mengatakan penghasilan anaknya sebagai petani belum dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari karena anaknya juga jarang pulang ke rumah karena dua anaknya berada di dayah, lebih-lebih lagi Bpk. M.Y sudah tidak bekerja karena gangguan penglihatan dan menderita hemeperesis tangan dan kaki kanan pasca stroke 4 tahun yang lalu.
j.      Aktivitas Rekreasi Keluarga
     Keluarga Bpk. M.Y berekreasi setahun hanya beberapa kali dengan tujuan berlibur sambil pulang kampung istrinya namun semenjak 4 tahun terakhir ini sudah jarang hal itu dilakukan karena Bpk. M.Y mengalami sakit dan mengalami hambatan mobilitas fisik.
2.    Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
a.    Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
     Keluarga dengan tahap anak usia dewasa, dengan tugas keluarga:
1)   Memperluas jaringan keluarga dari keluarga inti menjadi besar.
2)   Membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat.
3)   Penataan kembali peran orang tua dirumah.
4)   Mempertahankan keintiman pasangan.
b.    Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Untuk saat ini belum ada tugas keluarga yang belum terpenuhi karena usia anak tertua baru memasuki dewasa sehingga keluarga masih mempertimbangkan anaknya mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat. Namum sebagai orang tua Bpk. M.Y belum mampu memenuhi kebutuhan pendidikan yang lebih tinggi untuk anak-anaknya.
c.    Riwayat Kesehatan Keluarga Inti
Bpk. M.Y mengalami kelumpuhan sebagian badan akibat pasca stroke 4 tahun yang lalu dengan kondisi saat ini, Bpk. M.Y sering sakit kepala (Nyeri yang dirasakan berdenyut , nyeri dirasakan saat bangun tidur, nyeri dirasakan di daerah tengkuk, skala nyeri 7 (skala nyeri sedang) dan terjadi di pagi dan malam hari) tidur tidak nyenyak, tidak dapat bergerak dengan bebas, dan mudah berkeringat dan tampak gelisah namun tidak ada anggota keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan pemeliharaan kesehatan Bpk. M.Y.
d.   Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
  Dari pengakuan keluarga tidak ada anggota keluarga sebelumnya yang mengalami stroke atau penyakit yang berisiko menimbulkan stroke seperti hipertensi, diabetes, maupun kolesterol.
3.    Data Lingkungan
a.    Karakteristik Rumah
     Rumah yang ditempati keluarga Bpk. M.Y adalah milik pribadi dengan tipe rumah permanen dengan luas 6x7 m2 dan berlantai keramik di dalam rumah ada 3 kamar dengan ventilasi yang bagus namun jarang di buka, keadaan rumah bersih, SPAL dengan kondisi bersih, sumber air bersih dari sumur dengan warna keruh, dan sumber air minum berasal dari air mineral isi ulang.
b.    Karakteristik Tetangga Dan Komunitasnya
     Keluarga Bpk. M.Y tinggal di dusun Tunong desa baloy, kecamatan Blang Mangat dengan sebagian tetangganya merupakan saudara kandung dari Bpk. M.Y dan hampir semua tetangganya berprofesi sebagai petani. Tetangga Bpk. M.Y sudah mengetahui kondisi kesehatan anggota keluarga yang sudah menderita stroke dan sudah lumpuh makanya tak jarang saudara dan tetangganya sering menjenguk Bpk. M.Y.
c.    Mobilitas Geografis Keluarga
     Bpk. M.Y merupakan penduduk asli di desa dan sudah tinggal di tempat tersebut semenjak berkeluarga sekitar 25 tahun yang lalu dan keluarga Bpk. M.Y merupakan desa keluarganya sedangkan Ibu M bertempat tinggal di daerah panggoi, Lhokseumawe.
d.   Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat
     Bpk. M.Y tidak aktif dalam kegiatan di masyarakat dalam 4 tahun terakhir karena penglihatannya yang kurang jelas dan sering sakit-sakitan, dan sudah tidak mampu berjalan karena lumpuh pasca stroke. Sedangkan anak dan istrinya rutin mengikuti setiap kegiatan di desanya.
e.    Sistem Pendukung Keluarga
     Lingkungan tempat tinggal keluarga Bpk. M.Y berada bersampingan dengan saudaranya jadi jika keluarga Bpk. M.Y membutuhkan bantuan akan sangat memudahkan keluarga dalam kondisi apapun untuk meminta bantuan, selain itu keluarga Bpk. M.Y juga mempunyai transportasi yang memadai  untuk  berbagai keperluan.
4.    Struktur Keluarga
a.    Struktur Peran
     Bpk. M.Y berperan sebagai kepala keluarga yang harus membantu memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, namun belakangan ini tugas Bpk. M.Y tidak bisa dipenuhinya karena kondisi Bpk. M.Y sudah tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarganya. Tugas sebagai kepala keluarga kini sebagian diambil oleh istri dan anak tertuanya. Ibu M membantu ekonomi keluarga dengan menggelar daganganya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga sedangkan anak-anaknya sesekali membantu ibu M berdagang atau mencari pekerjaannya sendiri. An. S dan Ma masih belajar di pondok pesantren sebagai santri dan An. Mu tidak lagi sekolah dan membantu Ibu M berdagang dan pekerjaan di sawah untuk membantu ekonomi keluarga dan memenuhi kebutuhan adik-adiknya di dayah.
b.    Nilai Dan Norma Budaya Keluarga
     Nilai dan norma budaya keluarga tidak ada penerapan peraturan khusus dalam keluarga Bpk. M.Y terhadap anggota keluarga hanya saja aturan yang sudah biasa di jalankan seperti saling menghormati yang tua dan menghargai yang muda dan saling terbuka satu sama lain jika sedang ada masalah.
c.    Pola Komunikasi Keluarga
     Keluarga biasanya berkomunikasi saat makan bersama, saat kumpul bersama atau khusus langsung dipanggil bila memang sangat dibutuhkan dengan saling terbuka satu sama lain, Bpk. M.Y selalu menanyakan pendapat keluarga untuk mengambil keputusan.

d.   Struktur Pendukung Kekuatan Keluarga
     Keluarga Bpk. M.Y tidak ada yang berlatar belakang pendidikan kesehatan atau setidaknya mengetahui tentang kesehatan terutama yang berhubungan dengan penyakit stoke sehingga sangat di khawatirkan keluarga tidak mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan mengambil tindakan yang tepat untuk berupaya meningkatkan status kesehatan anggota keluarga.
5.    Fungsi Keluarga
a.    Fungsi Pendidikan/Afektif
     Bpk. M.Y mengajarkan kepada anggota keluarganya terutama anak-anaknya pendidikan baik pendidikan dunia maupun akhirat yang selain di dapatkan dari pendidikan di sekolah dan di pasantren. Bpk. M.Y ingin memberikan pendidikan yang tinggi untuk anaknya supaya dapat hidup mandiri di masyarakat kelak.
b.    Fungsi Sosialisasi
     Bpk. M.Y mengajarkan anak-anaknya saling menghargai, menghormati dan mengasihi kepada sesama anggota keluarga dan berperilaku baik dirumah dan di masyarakat.
c.    Fungsi Ekonomi
     Pemenuhan kebutuhan pokok keluarga saat ini hanya bertumpu pada istrinya yaitu ibu M yang seharinya-hari berjualan dan anaknya sesekali membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
d.   Fungsi Pemenuhan (Perawatan/Pemeliharaan Kesehatan)
1)   Mengenal Masalah Kesehatan
     Saat terjadi stroke pada Bpk. M.Y keluarga merasa panik dan tidak mengetahui apa yang terjadi pada Bpk. M.Y tiba-tiba tidak bisa bergerak setelah bangun dari duduk bersama dan keluarga terlambat membawa Bpk. M.Y yang akhirnya mengalami kelumpuhan sebagian badan hingga saat ini.
2)   Mengambil Keputusan Mengenai Tindakan Kesehatan
     Berdasarkan cerita keluarga membuktikan bahwa keluarga kurang mengenal masalah kesehatan dan tidak tanggap dalam menghadapi masalah kesehatan pada saat terjadi gangguan kesehatan secara tiba-tiba pada Bpk. M.Y
3)   Kemampuan Merawat Anggota Keluarga yang Sakit
     Keluarga Bpk. M.Y tidak bisa mencegah dan mengatasi masalah yang terjadi pada Bpk. M.Y keluarga yang sampai saat ini Bpk. M.Y masih mengeluh nyeri dan menderita kelumpuhan dan tidak mampu bangkit dari tempat tidur.
4)   Kemampuan Keluarga Memelihara/Memodifikasi Lingkungan Rumah Yang Sehat
Karakteristik rumah Bpk. M.Y tergolong rumah yang sehat karena semua fasilitas rumah dalam keadaan yang baik diantaranya ventilasi yang baik dengan jumlah udara yang masuk cukup, keadaan rumah yang bersih, dan saluran pembuangan yang tertutup..
5)   Kemampuan Menggunakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
     Keluarga Bpk. M.Y saat ini sudah jarang membawa Bpk. M.Y berobat bila Bpk. M.y tidak mengeluh sakit kepala dan susah tidur padahal kondisi Bpk. M.Y belum sembuh total dan harus menjalani terapi rehab medik pasca stroke dan mengontrol tekanan darah anggota keluarganya.
e.    Fungsi Religius
     Bpk. M.Y sebelum sakit pernah mengikuti pengajian bersama warga di manasah dan aktif di berbagai tempat pengajian di desanya, namun setelah sakit Bpk. M.Y dan anggota keluarga tidak lagi aktif di tempat pengajian hanya bisa mengerjakannya dirumah bersama keluarga.
f.     Fungsi Rekreasi
     Keluarga Bpk. M.Y jarang berekreasi di luar rumah atau ke tempat rekreasi lainya selama dalam keadaan sakit Bpk. M.Y.
g.    Fungsi Reproduksi
     Keluarga Bpk. M.Y keluarga tidak memilki keinginan untuk menambah anak lagi, Ibu M juga pernah menggunakan kontrasepsi pil dan suntik sebelumnya dan 2 tahun terakhir sudah tidak lagi menggunakannya.
6.    Stress dan Koping Keluarga
a.    Stressor (Masalah) Jangka Pendek
     Saat terjadi masalah kesehatan/hambatan fisik Bpk. M.Y sangat khawatir karena tidak ada lagi peran Bpk. M.Y dalam kegiatan dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
b.    Stress (Masalah) Jangka Panjang
     Bpk. M.Y dan anggota keluarga sangat cemas tentang kondisi Bpk. M.Y yang sudah terbaring lama, lemas yang sudah 4 tahun dan entah kapan bisa sembuh supaya biasa melakukan aktivitas kembali.
c.    Kemampuan Keluarga Berespons Terhadap Stressor (Masalah)
     Bpk. M.Y selalu merasa gelisah terhadap dirinya yang tak kunjung sembuh dan sudah di bawa berobat kemana-mana namun anggota tubuhnya tidak kunjung sembuh dan bahkan sudah pernah berobat ke berbagai daerah di seluruh aceh baik secara medis maupun tradisional.
d.   Strategi Koping yang digunakan
     Ibu M selalu merasa gelisah namun terhadap Bpk. M.Y yang selalu mengeluh sakit dan tak mampu beraktifitas secara mandiri dan harus terbantu setiap saat sehingga menghalangi dan menghambat kerjanya untuk memenuhi kebutuhan lainya.
e.    Strategi Adaptasi Disfungsional
Keluarga merasa cemas dan gelisah namun perilaku maladaptif keluarga tidak terlihat dalam menghadapi masalah kesehatan maupun masalah keuangan.



7.    Pemeriksaan kesehatan tiap anggota keluarga (head to toe)
Tabel 3.2: Pemeriksaan kesehatan Bpk. M.Y dan Ibu M 
No
Area pemeriksaan
Hasil
Bpk. M.Y (KK)
Ibu M
1
Kepala
Rambut beruban sebagian, lurus, distribusi rata dan sering gatal-gatal, dan lembab sering sakit  
Rambut bersih, lebat,  lurus dan bebas ketombe
2
Mata/ wajah
Nervus optikus normal namun visus menurun dalam batas 3 meter. Nervus III, IV, VI tidak ada masalah,  wajah asimetris dan tampak merah dan lebam.
Sklera mata kiri dan kanan tidak anemis dan palpebra merah mudah
3
Hidung
Penciman (nervus olfaktorius) tidak dikaji
Tidak bersekret, dan tidak ada kelainan penciuman
4
Mulut
Mulut asimetris, kekuatan menguyah berkurang, lidah normal, mukosa lembab
Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh
5
Leher
Nyeri bagian leher hingga bahu, tidak ada pembesaran kelenjar limpa
Tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran kelenjar limpa
6
Dada
Dada simetris, berdebar-debar, dan sering  berkeringat
Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal
7
Abdomen
Nyeri abdomen, sakit perut. tidak ada masalah BAB
Tidak ada distensi, peristaltik (+), tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan
8
Tangan
Kelumpuhan (hemiplegia) tangan kiri, telapak hingga jari kiri bengkak dan berkeringat dingin
Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan
9
Kaki
Kelumpuhan (hemiplegia) di kaki kiri dan telapak kaki bengkak
Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan
10
Skala kekuatan
otot ekstremitas
3333   5555
4444   5555
5555  5555
5555  5555
11
Keadaan Umum
Lemas, sulit berjalan dan tirah baring.
Tidak terdapat masalah kesehatan
12
Lain-lainnya:
Berat badan
Tinggi badan
Vital sign

70 Kg
170 cm
TD: 170/120 mmHg, Pulse: 90x/ i, RR: 24x/ i, T: 37oC

60 Kg
155 cm
TD: 120/80 mmHg, Pulse: 80x/ i, RR: 20x/ i, T: 36oC


Tabel 3.3 : Pemeriksaan kesehatan An. Mu, An. S dan An. Ma


No
Area pemeriksaan
Hasil
An. Mu
An. S
An. Ma
1
Kepala
Rambut bersih, lebat, lurus, dan bebas ketombe.
Distribusi rambut merata, lurus, dan tidak ada kelainan masalah kesehatan
Distribusi rambut merata, lurus, dan tidak ada kelainan masalah kesehatan.
2
Mata
Sklera tidak anemis
Tidak anemis
Tidak anemis
3
Hidung
Tidak bersekret, tidak ada kelainan penciuman.
Tidak ada sekret, tidak ada masalah penciuman
Tidak ada sekret, tidak ada masalah penciuman.
4
Mulut
Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh.
Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh
Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh
5
Leher
Tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran kelenjar limpa.
Tidak ada pembesaran kelenjar limpa
Tidak ada pembesaran kelenjar limpa.
6
Dada
Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal.
Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal.
Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal
7
Abdomen
Tidak ada distensi, peristaltik (+).
Tidak ada distensi abdomen
Tidak ada distensi abdomen
8
Tangan
Tidak ada pembengkakan, tidak ada kelainan kesehatan
Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan
Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan
9
Kaki
Tidak ada kelainan/ masalah kesehatan
Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan
tidak ada kelainan masalah kesehatan.
11

Lain-lainnya:
Berat badan
Tinggi badan
Vital sign:

55 Kg
160 cm
TD: 120/70 mmHg
P: 84x/  i, RR: 22x/ i, T: 36oC

60 Kg
165 cm
TD: 110/80 mmHg, P: 80x/ i, RR: 20x/ i, T: 37oC

60 Kg
155 cm
TD: 110/70 mmHg, P: 80x/ i, RR: 20x/ i, T: 36oC


8.    Harapan Keluarga
Keluarga berharap dengan adanya perawat yang datang kerumahnya dapat mengurangi rasa cemas dan masalah kesehatan anggota keluarga terutama Bpk. M.Y yang mengalami sakit pasca stroke.
9.    Data Tambahan
§  Skala nyeri yang dirasakan Bpk. M.Y adalah skala 7 (nyeri sedang) dengan penilaian sebagai berikut:
P : Nyeri dirasakan berdenyut
Q : Nyeri ketika bangun tidur
R : Nyeri pada tengkuk
S : Skala nyeri 7 (nyeri sedang)
T : waktu pagi dan malam hari
§  Skala kekuatan otot ekstremitas Bpk. M.Y :
                       3333   5555 
       4444   5555


B.       Diagnosa Keperawatan
1.      Analisa Data
Tabel 3.4: Analisa Data
No
Data
Masalah
Etiologi
1
Tanggal: 4 Mei 2014
Data Subjektif:
Bpk M.Y mengatakan nyeri kepala sejak pagi-malam dan tidak bisa tidur nyenyak dimalam hari.
Data Objektif:
-   TD: 170/120 mmHg
-   Pulse: 90 x/menit
-   Bpk M.Y tampak gelisah
-   Bpk M.Y berkeringat dingin
P : Nyeri dirasakan berdenyut
Q : Nyeri ketika bangun tidur
R : Nyeri pada tengkuk
S : Skala nyeri 7 (nyeri sedang)
T : waktu pagi dan malam hari

Gangguan perfusi jaringan serebral pasca serangan stroke
Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah pasca stroke.
2
Tanggal 4 Mei 2014
Data Subjektif:
Bpk M.Y mengatakan semenjak terjadi serangan stroke bagian tubuh kirinya tidak bisa digerakkan.
Data Objektif:
-   Bpk M.Y mengalami
hemiplegia sinistra
-   Bpk M.Y tidak mampu berjalan dan hanya mampu miring kiri miring kanan di tempat tidur.
Skala kekuatan otot
 ekstremitas :
                           3333   5555
                           4444   5555
                                    
Hambatan  mobilitas fisik
Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga terutama Bpk M.Y yang mengalami penurunan mobilisasi.


Tabel 3.4: lanjutan analisa data
No
Data
Masalah
Etiologi
3
Tanggal: 4 Mei 2014
Data Subjektif:
-   Bpk. M.Y mengatakan susah dengan keadaanya yang hanya berbaring di kamar dan sudah 4 tahun
-   Ibu M  mengatakan Bpk. M.Y sering mengeluh sakit kepala, susah tidur dimalam hari dan kesulitan dalam beraktivitas dan harus di bantu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
-   Ibu M mengatakan saat terjadi sakit kepala, Bpk. M.Y sangat gelisah dan keluar keringat yang sangat banyak dan keluarga tidak tahu berbuat apa, di bawa ke berobat juga susah karena Bpk. M.Y tidak dapat berjalan dan sering di obati dirumah saja dengan mengambil obat di puskesmas atau di beli di toko obat.
Data Objektif:
-    Ibu M dan keluarga tampak bingung kerena ketidaktahuan keluarga tentang penyakit.
-    Keluarga tampak lama dalam pengambilan tindakan perawatan Bpk. M.Y
-    Bpk. M.Y mengalami kelemahan dan penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandiri.
Dengan skala kekuatan otot:
    3333   5555
    4444   5555
-    Keluarga dan Ibu M tampak bertanya-tanya tentang penyakit yang dialami Bpk. M.Y. 
Defisit perawatan diri

Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit

2.      Rumusan Diagnosa Keperawatan
Tabel 3.5: Rumusan Diagnosa Keperawatan
No
Diagnosa Keperawatan (PES)
1







2









3





Gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bpk. M.y terutama  Bpk M.Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah stroke ditandai dengan Data Subjektif: Bpk M.Y mengatakan nyeri kepala sejak pagi-malam dan tidak bisa tidur nyenyak dimalam hari, Data Objektif: TD: 170/120 mmHg, Pulse: 90 x/menit, Bpk M.Y tampak gelisah, skala nyeri 7 (nyeri sedang-berat) dan Bpk M.Y berkeringat dingin.

Hambatan mobilias fisik pada keluarga Bpk M.Y terutama Bpk M.Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami penurunan mobilisasi ditandai dengan Data subjektif: Bpk M.Y mengatakan semenjak terjadi serangan stroke bagian tubuh kirinya tidak bisa digerakkan, Data Objektif: Bpk M.Y mengalami hemiparesis sinistra, Bpk M.Y tidak mampu berjalan hanya mampu miring kiri dan miring kanan di tempat tidur,
Skala kekuatan otot
 ekstremitas :     3333   5555
4444       5555                        
Defisit perawatan diri pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit ditandai dengan Data Subjektif: Bpk. M.Y mengatakan susah dengan keadaanya yang hanya berbaring di kamar dan sudah 4 tahun, Ibu M  mengatakan Bpk. M.Y sering mengeluh sakit kepala, susah tidur dimalam hari dan kesulitan dalam beraktivitas dan harus di bantu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, Ibu M mengatakan saat terjadi sakit kepala, Bpk. M.Y sangat gelisah dan keluar keringat yang sangat banyak dan keluarga tidak tahu berbuat apa, di bawa ke berobat juga susah karena Bpk. M.Y tidak dapat berjalan dan sering di obati dirumah saja dengan mengambil obat di puskesmas atau di beli di toko obat. Data Objektif: Ibu M dan keluarga tampak bingung kerena ketidaktahuan keluarga tentang penyakit, Keluarga tampak lama dalam pengambilan tindakan perawatan Bpk. M.Y, Keluarga dan Ibu M tampak bertanya-tanya tentang penyaki yang dialami Bpk. M.Y, Bpk. M.Y mengalami kelemahan dan penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandiri dengan skala kekuatan otot:
    3333   5555
    4444   5555
3.      Penilaian (Skoring) Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan 1
Gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah pasca stroke.
Tabel 3.6: Skoring Diagnosa Keperawatan 1
No
Kriteria
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah: tidak/ kurang sehat.
3x 1  = 1
   3
Masalah sudah terjadi dengan tanda dan gejala Bpk. M.Y sakit kepala, nyeri bahu dan TD 170/120mmHg
2
Kemungkinan masalah dapat diubah: sebagian
1x2 = 1
   2
Gangguan perfusi terjadi karena gangguan aliran darah arteriserebral salah satu faktornya adalah hipertensi ditambah lagi tekanan emosional dan gangguan pola tidur Bpk. M.Y namun itu bisa dikendalikan dengan pemberian terapi farmakologi dan relaksasi.
3
Potensial masalah untuk dicegah : cukup
2x1  = 2/3
  3
Gangguan perfusi bisa dikendalikan namun itu hanya bersifat sementara karena permasalahan utamanya adalah bekuan darah didalam pembuluh darah otak yang mungkin membutuhkan penanganan intensif.
4
Menonjalnya masalah: masalah berat, harus segera ditangani.
2x1 = 1
  2
Bpk. M.Y mengeluh sakit kepala dan tidak bisa istirahat dan sering terbangun di malam hari.

Total skor
3 2/3

           
Diagnosa Keperawatan 2
Hambatan mobilias fisik pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang mengalami penurunan mobilisasi.
Tabel 3.7: Skoring Diagnosa Keperawatan 2
No
Kriteria
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah: tidak/kurang sehat.
3x 1  = 1
   3
Salah satu gejala klinis pasca stroke adalah hemiplegia dan merupakan hambatan klien dalam beraktifitas dan berisiko menimbulkan komplikasi lebih lanjut.
2
Kemungkinan masalah dapat diubah: sebagian
1x2 = 1
   2
Dari 50% penderita stroke akan mengalami cacat selamanya.
3
Potensial masalah untuk dicegah: rendah
1x1 = 1/3
  3
Stroke merupakan penyakit motor-neuron atas dan mengakibatkan kehilangan kontrol volunter terhadap gerakan motorik yang harus mendapatkan psikoterapi teratur namun Bpk. M.Y tidak teratur berobat karena faktor ekonomi keluarga.
4
Menonjolnya masalah:
masalah berat harus segera ditangani
2x1 = 1
  2
Keluarga sangat gelisah dengan keadaan Bpk. M.Y yang tidak bisa berjalan dan kesulitan menger- jakan tugas rumah.

Total skor
  3 1/3


Diagnosa Keperawatan 3
Defisit perawatan diri pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit.
Tabel 3.8: Skoring Diagnosa Keperawatan 3
No
kriteria
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah: ancaman kesehatan
2x 1  = 2/3
   3
Bpk. M.Y mengalami kelemahan dalam beraktivitas dan hanya terbaring di tempat tidur. Menurut Ginsberg, L pasien yang mengalami imobilisasi dengan hemiplegia berat, rentan terhadap komplikasi yang dapat menyebabkan kematian lebih awal yaitu pneumonia, septikemia (akibat ulkus dekubitus atau infeksi saluran kemih). Thrombosis vena dalam (deep veintrombosis, DVT) dan emboli paru. Infark miokard, aritmia jantung, dan gagal jantung, dan ketidak seimbangan cairan.
2
Kemungkinan masalah dapat diubah: sebagian
1x2 = 1
   2
Bpk. M.Y jarang bergerak dan sering berkeringat namun personal hygiene yang baik dan bantuan aktivitas (ROM) akan mampu mengendalikan masalah yang terjadi.
3
Potensial masalah untuk dicegah: cukup
2x1  = 2/3
  3
Personal hiegine dan dan dukungan dari keluarga untuk membantu mobilisasi atau sering mengubah posisi tidur akan mencegah komplikasi lebih lanjut.
4
Menonjolnya masalah: ada masalah tetapi tidak perlu segera ditangani
1x1 = 1/2
  2
Bpk. M.Y merasakan gatal-gatal dan sering di garuk namun tidak terlalu menghiraukannya. Keluarga tidak dapat memberikan perawatan seperti membantu Bpk. M.Y bergerak pasif dan personal hygiene yang baik.

Total skor
2 5/6


4.      Priotitas Diagnosa Keperawatan
Tabel 3.9: Prioritas Diagnosa Keperawatan
Prioritas
Diagnosa Keperawatan
Skor
1
Gangguan perfusi jaringan serebral pada keluarga   Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah pasca stroke.
3 2/3
2
Hambatan mobilias fisik pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang mengalami penurunan mobilisasi.
3 1/3
3
Defisit perawatan diri pada keluarga Bpk. M.Y terutama Bpk. M.Y berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit.
2 5/6



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA Bpk. M.Y TERUTAMA Bpk. M.Y DENGAN PASCA STROKE "